Mt Arjuna: 25 Frienship At One Night

Monday, July 21, 2014



   Gunung Arjuna salah satu gunung yang populer di Malang selain Bromo, Panderman dan Simeru pastinya. Gunung ini terkenal dengan suhunya yang dingin dan konon katanya suhu gunung Arjuna agak mirip dengan suhu di Simeru, bahkan ketika aku di asrama mahasiswa aceh banyak dari senior-senior yang menyarankan untuk naik ke Arjuna dulu sebelum mencoba naik ke puncak Simeru, Mahameru.




Ini nih foto yang jadi foto profilku dimana-mana :D


   Atas landasan itu pula aku meng'iya'kan ajakan temanku yang akan bepergian kesana. Acara pendakian itu dipromotori oleh teman-temanku dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Maliki, sedangkan aku dari jurusan Informatika, walaupun awalnya yang aku kenal hanya sekitar 3 cowok 1 cewek dan lagi aku pikir 'kayanya bakal susah kenalan sama mereka' yang jumlahnya mencapai 25 orang, tapi ternyata pendakian yang melelahkan yang bercampur aduk dengan kesenangan ketika sampai pos akhir ternyata dapat meleburkan kami dalam kehangatan persahabatan, dan aku pikir 'inilah kehebatan pendakian' yang tidak pernah kutemukan sebelumnya, bahkan kebersamaan dalam kelas PPBA selama satu semester bisa dicapai hanya dalam semalam.



   Dalam pendakian arjuna kita akan menemui 5 pos sebelum mencapai puncak, awal kami menitipkan sepeda motor pada warga setempat, dan kemudian baru memulai perjalanan. Pos berada jauh didalam hutan dan memakan waktu sekitar satu setengah jam hingga sampai kesana, dan disana kami duduk dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan hingga pos kedua.

   Perjalanan ke pos dua menghabiskan waktu hingga 2 jam, jalan setapak yang curam menjadi tantangan tersendiri bagi kami secara kami juga harus mempertimbangkan kesanggupan para mahasiswi yang ikut dengan kami. Ketika sampai di pos dua kami memutuskan untuk tidur 1,5 jam di rumah yang memang disediakan untuk pendaki, menurut perkiraanku rumahnya berukuran 4x5 meter, berdinding kayu dan beratap daun. Tepat pukul 00.30 setelah waktu istirahat selesai, yang pertama kali kurasakan ketika bangun adalah: dingin. Dinginnya serasa tidak bisa ditahan, padahal ketika tidur badanku sudah tertutup rapat dengan jaket tebal, tapi ketika perjalanan dimulai lagi badan pun terasa panas kembali dan menghilangkan dingin yang sempat menusuk tulang.

   Perjalanan dari pos dua ke pos tiga adalah perjalan tersingkat, karena hanya dibatasi oleh jalan menanjak naik dan ketika sampai diatas maka kita telah sampai di pos tiga, di pos ini hanya ada bahasa jawa yang tertulis di atas pintu yang berada di sebelah kanan pendaki, kami hanya lewat dan kemudian baru disambung dengan perjalanan antar pos terpanjang di arjuna, lama pendakian dari pos 3 ke pos empat sekitar 3 jam hingga kami sampai di pos empat dan memutuskan untuk menunggu Sunrise disana. Tidur adalah hal yang tepat untuk menunggu Sunrisenya muncul, pada pos 4 terdapat beberapa tempat tidur yang agak terbuka berukuran 4x4 meter persegi, agak kebelakang terdapat tempat inap yang lebih tertutup dan terdapat kamar mandi dibelakangnya, sedangkan di depan kami ada beberapa pendaki yang memutuskan untuk tidur diluar tempat yang disediakan. Yang spesial dari tempat kami adalah karena tempat kamilah yang menghadap langsung ke timur dan ketika matahari muncul kita dapat melihat puncak Simeru di sebelah tenggara yang menjulang tinggi dan juga tampak laut dari arah timur laut. Dan itu merupakan pemandangan fantstis yang pernah kudapat.

Pos terakhir, pos 5




Sunrise dari pos 4
 












   Setelah semuanya wudhu' dan shalat subuh di atas bebatuan datar dan agak miring yang terdapat disebelah tempat kami menginap, kami memutuskan untuk berfoto bersama dengan Sunrise yang indah dan kemudian melanjutkan pendakian ke pos lima.

  Kalau tadi dari pos satu hingga pos 3 merupakan, maka perjalanan ke pos lima adalah perjalanan yang epic karena dalam perjalanan yang penuh tanjakan keatas kita dapat melihat ke sekeliling yang merupakan padang rumput yang berisi batangan kayu kecil, yah minimal ngga seseram sebelumnya.


Bareng cewek-cewek
Ala superhero
   Ketika sampai di pos lima ingin sekali rasanya aku meloncat kearah bangunan tangga semi-candi yang ada disana, beruntung niatku ngga kesampaian, secara ternyata diatasnya ada orang yang beribadah. Kalau niatku naik tadi 'jadi', "mungkin aku sudah tidak bisa pulang lagi" benakku.

Sungai diatas gunung
   Dan satu lagi yang terasa kurang, kami belum mencapai puncaknya! puncaknya kelihatan dari pos lima dan kata kakak-kakak yang baru saja turun, "sampai ke puncak itu normalny sekitaran 6 jam dek, tapi kami cuma 4 jam, hhehehe". Setelah mempertimbangkan keputusan bersama kami tidak melanjutkan perjalanan sampai kepuncak karena beberapa sebab dan kami juga menyempatkan diri untuk bersantai selama beberapa jam di pos tersebut hingga akhirnya kami berfoto lagi di sungai diatas gunung yang terlatak tidak jauh dari kami.

Mahameru dalam genggaman

   Ketika naik bersama, tapi tidak ketika turun. Awalnya aku berada dikelompok yang berjalan diurutan ke-4 dari kelompok yang terdepan, ketika selesai beristirahat dijalan setapak antara pos 2-pos 1 aku berkata bahwa aku akan menyusul dan jadi yang pertama sampai diperumahan, tapi temanku merasa tidak yakin dengan perkataanku, dengan begitu aku memutuskan untuk berlarian dalam jalan pulang, akhir cerita aku sampai diperumahan sebagai orang yang pertama, 'wah lega banget rasanya'.