10 Kota Bersepeda Terbaik Di Dunia

Thursday, January 29, 2015

    Pemanasan Global adalah salah satu hal yang begitu menakutkan bagi kelangsungan hidup manusia, hal ini dikarenakan dampak yang ditimbulkan pemanasan global memanglah sangat komplek, mulai dari mencairnya es di kutub, naiknya suhu di permukaan bumi, gahkan hingga perubahan cuaca yang drastis. Oleh karna itu kemudian banyak gerakan yang mengajak umat manusia untuk mengurangi global warming.

   Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi global warming adalah dengan mengurangi intensitas pemakaian kendaraan bermotor, dan salah satu alternatif pengganti paling tepat adalah menggunakan sepeda, selain tidak menimbulkan polusi, bersepeda juga bermanfaat bagi tubuh, karna bisa sekalian berolahraga.

   Namun ternyata tak semua kota-kota di dunia menyediakan kenyamanan bagi para pemakai sepeda, fasilitas jalan khusus sepeda masih minim, dan hanya ada di kota-kota besar. dan berikut adalah 10 kota yang menyediakan fasilitas bersepeda terbaik sehingga mendapatkan predikat kota bersepeda terbaik di Dunia :


1. Amsterdam – Belanda
   Kota ini kerap disebut sebagai ibu kota sepeda di Eropa. Ada rute khusus, panjang, dan aman bagi pengendara roda dua tanpa mesin ini. Pemerintahnya pun serius melakukan promosi bersepeda bagi warganya. Budaya bersepeda turun-temurun dari generasi ke generasi, bahkan peminatnya semakin bertambah. 40 persen jalan kota ini dipenuhi sepeda. Jalan yang sempit dan kanal di mana-mana juga membuat masyarakat lebih nyaman mengendarai sepeda ketimbang mobil di Amsterdam. Penduduknya sekitar 780 ribu, tapi jumlah sepeda yang dimiliki warga di sana sebanyak 881 ribu. Tidak terbatas kelompok muda, nenek-nenek pun banyak ditemukan bersepeda. Program pencegahan pencurian sepeda juga dirancang sebanding dengan meningkatnya populasi sepeda. 
Amsterdam juga membuat 10 ribu parkir sepeda di stasiun kereta.










2. Copenhagen  Denmark

   Copenhagen terbukti berhasil mengadakan program komunitas sepeda. Seluruh warga Denmark umumnya memiliki minimal sebuah sepeda, dan Copenhagen beberapa tahun belakangan turut dikenal sebagai kota sepeda. Tercatat 36% pekerja menggunakan sepeda untuk ke kantor, dan 50% dari mereka beralasan memakai sepeda justru lebih cepat dan mudah.
   Jalur sepeda telah meluas dan dipakai dengan baik. Jalur ini kerap terpisah dari jalan raya utama dan juga memiliki lampu lan-tas tersendiri. Copenhagen juga memiliki wilayah khusus, Christiania, yang benar-benar terbebas dari mobil.
Pihak kota menyediakan sepeda untuk umum dengan membayar deposit 20 kroner. Uang deposit itu dikembalikan ke penyewa, jika sepeda telah dikembalikan ke salah satu rak penyewaan sepeda.




3. Portland, Oregon  USA

   Portland memiliki jalur sepeda yang mengubungkan seluruh pelosok kota. Jaringan jalan ini terbukti sukses meningkatkan penggunaan sepeda. Portland memiliki budaya bersepeda yang cukup kental. Program commuter digalakkan dengan menyediakan sepeda bagi pekerja berpenghasilan rendah, termasuk fasiltas keamanan seperti lampu, kunci sepeda, helm, pompa ban, tool kit, peta dan jas hujan. 

   Jaringan jalur sepeda makin bertambah dari 60 menjadi 260 mil sejak tahun 1990an. Jumlah pesepeda turut meningkat dalam periode yang sama, tanpa ikut menambah insiden kecelakaan. Hampir 10 persen penduduknya memilih jenis kendaraan ini sehingga menjadikan Portland sebagai kota keempat dengan jumlah pengendara sepeda tertinggi di Amerika Serikat.






 


4. Munich – Jerman

   Dalam radius tiga mil dari pusat kota Munich, Anda bisa bepergian “lebih cepat dan fleksibel dengan mengendarai sepeda dibanding menggunakan sarana transportasi lainnya. Hal ini sesuai dengan predikat kota Munich sebagai salah satu ‘Surga’nya pesepeda. Dimana ratusan kilometer jalur khusus sepeda, rambu-rambu lalu lintas yang siap ‘menavigasi’ pesepeda, serta tanda-tanda rute pesepeda melengkapi infrasuktur lalu lintas kota ini.













 


5. Perth  Australia
   Di kota ini, rute untuk pengendara sepeda lumayan panjang, lebih dari 700 kilometer. Sepanjang jalan tersebut, banyak pemandangan yang bisa dinikmati. Kota keempat terbesar di Australia ini benar-benar direkomendasikan buat para pengendara sepeda. Para pengayuh sepeda menggowes pedalnya untuk rekreasi dan menjadikannya kendaraan sehari-hari. Area parkir bike locker dan bike rack tersedia di stasiun kereta dan bus.






 


6. Paris Prancis

   Kota ini boleh jadi disukai berbagai kelompok, bukan hanya penggemar seni, makanan, wine, dan suasana romantis, tapi juga penggemar sepeda. Mudah sekali menemukan tempat penyewaan sepeda, bahkan tur dan pemandunya di Paris. Tahun ini, Velib, program sewa sepeda yang tumbuh di kota ini sejak 2007, menjadi bikesharingterbesar kedua di dunia. Sebanyak 20 ribu sepeda disebar ke 1.450 tempat penyewaan sepeda di berbagai sudut kota.










 


7. Bogota
   Kota di Amerika Latin yang kerap menjadi contoh sistem transportasi terpadu ini juga tidak mengabaikan pengendara sepeda. Ada jalur khusus yang aman dan panjang yang bikin pengendara sepeda di Kolombia benar-benar merasa nyaman.  Rute khusus sepeda itu bahkan dibagi tiga, yakni main network, second network, dancomplementary network. Wali Kota Bogota pada 1998, Enrique Penalosa, diberi dana US$ 15 miliar untuk membangun jalan bebas hambatan, tapi dia justru menggunakan dana itu untuk pembangunan taman dan jalan yang ramah bagi pejalan kaki serta buat membeli bus baru. Selain itu, ia membangun jalur khusus pengedara sepeda yang panjangnya 300 kilometer.








8. Berlin
   Mencari orang menggowes sepeda juga mudah ditemukan di Berlin, Jerman. Ada sekitar 400 ribu orang yang mengayuh pedal ke tempat kerja setiap hari. Dari 1.000 penduduk, sebanyak 710 orang adalah pengayuh sepeda. Pemimpin kota ini juga terus mendorong lebih banyak lagi orang yang memilih sepeda. Ada jalur khusus untuk para pesepeda. Panjangnya 620 kilometer, termasuk Fahrradstrassen. Di jalur ini, pengendara sepeda menjadi prioritas, dan kecepatan maksimal yang dibolehkan 30 kilometer per jam. Sepeda pun bisa dibawa ke dalam kereta api, bus, atau trem.







 



9. Barcelona
   Barcelona's Bicing Program merupakan salah satu sistem sewa sepeda massal yang tengah "meruap" di Eropa. Program itu dimulai pada 2007 di kota ini dan dikenal sebagai El Bicing. Program tersebut hanya berlaku bagi warga Barcelona. Buat turis, ada sejumlah penyewaan sepeda lainnya. Tahun lalu, pelanggan Bicing mencapai 120 ribu orang. Padahal, saat program diluncurkan, hanya ada 750 sepeda yang disewakan. Tahun ini ada sekitar 420 bicing station dan 6.000 sepeda yang disewakan melalui El Bicing. Per hari ada sekitar 40 ribu perjalanan dengan sepeda dan dalam setahun mencapai 11 juta. Program ini memang salah satu cara pemerintah mengurangi jumlah kendaraan bermotor. Dari kota ini, acara tahunan Bike Week yang digelar saban Mei pun menyebar ke seantero Benua Eropa.




  

10. San Francisco, California
   San Francisco merupakan kota kedua berpenduduk terbesar di AS, tak heran bila sistem transportasi sepeda menjadi andalan utama. Kota ini secara konsisten menempati urutan teratas dari survey majalah Bicycling untuk penggunaan sepeda. Terdapat 40 ribu penduduk San Fransisco bersepeda ke tempat kerja . Terdapat jalur sepeda sepanjang 63 mil.
   San Francisco Bicycle Coalition mengajukan 8 kandidat untuk duduk dalam San Francisco Board of Supervisors, dan seluruhnya terpilih. Pengawas kota tersebut menempatkan prioritas utama bagi kebutuhan pejalan kaki dan pesepeda, dibanding transportasi massal. Dengan pertambahan jumlah pesepeda, seluruh tranportasi umum kini dilengkapi alat pembawa sepeda.